Ternyata, Inilah Penyebab Panik

PANIK itu pertanda rasa takut karena bingung mau bersikap apa.


Bisa juga karena merasa nggak percaya diri harus bertindak bagaimana.

 

Orang panik itu takut banget berbuat salah.


Dikit-dikit takut salah.


Dikit-dikit merasa nggak enak karena takut menyinggung perasaan orang lain.


Apalagi kalau sampai menyakiti hati orang lain, waduh.


Jangan sampai deh.


Begitulah yang ada dalam pemikiran orang panik.


Saking takutnya nih, ia memilih untuk menunda bersikap.


Yang berakibat pada tertundanya tindakan nyata atau istilah kerennya action.


Nah, karena ditunda dan tidak diselesaikan segera, masalah menjadi semakin bertambah.


Jika sudah begini, diri ini semakin panik. 
Bingung.


Kemudian menggerutu di dalam hati.


“Lho kok masalahnya semakin bertambah ya.


Perasaan nggak ngapa-ngapain,” bisik kita di dalam hati.


He he he. Sepertinya kita lupa, ya.


Bahwa sikap panik kitalah yang menambah masalah.


Bukannya masalah bertambah dengan sendirinya secara tiba-tiba.


Justru karena kita nggak ngapa-ngapain, nggak action, nggak bertindak itulah yang membuat masalah menjadi semakin bertambah.


Bukankah di setiap menghadapi masalah kita harus bertindak nyata?


Bukan mendiamkannya hanya karena takut salah semata?


Belum bertindak sudah takut!


Belum action sudah membayangkan hal-hal yang mengerikan.


Rugi, ah!


Memang sih, setiap diri kita pasti pernah menghadapi rasa panik.


Bedanya, ada yang langsung bertindak nyata menghadapinya dan ada juga yang diam tanpa action karena takut berbuat salah.


Nah, mereka yang bertindak nyata inilah justru menemukan jalan keluarnya. Langkah selanjutnya.


Dan bisa jadi mendapatkan solusinya.


Makanya nggak usah heran kalau orang yang bertindak nyata ini menjadi percaya diri dan jauh dari rasa panik.


Karena ia mendapatkan jawabannya.


Dan tahu cara mengatasinya, yaitu action.


Bertindak nyata.


Maka supaya nggak panik, PERTAMA, yakinlah pada diri sendiri.


Bahwa kita bisa. Berhenti merasa tidak mampu.


Tidak pandai atau bahkan bodoh.


Yakinlah kalo diri kita mampu, sambil terus belajar lagi mempraktekkannya.


KEDUA
, lakukan saja apa yang ada di pikiran kita tanpa rasa ragu.


Kalaupun ternyata tindakan kita salah, segera perbaiki.


Belajarlah memperbaiki kesalahan tanpa rasa takut yang berlebihan.


Justru dari sinilah kita belajar dari kesalahan itu sendiri.


Inilah yang membuat kita pede dan berani.


KETIGA
, hadapi apapun yang terjadi. Apapun itu.


Yakini bahwa apapun yang terjadi, kita terus berusaha memperbaikinya.


Allah tak pernah meninggalkan kita dalam kesulitan.


KEEMPAT
, syukuri apapun yang kita miliki dan kita capai. Sekecil apapun itu.


Selamat mempraktekkan ya.


Bye bye rasa panik.

 

Related Post

Post Comments

1 Comment

    • Rima Sagita

      Tengkyu banget. Saya sudah praktekkan loh. Meski awalnya nggak mudah tapi saya sudah mulai nggak panik lagi. Makasih banget. Ditunggu tulisan inspiratif berikutnya ya he he he…

Leave us a reply