3 Alasan Mengapa Promosi Jabatan Penting

Masih ingatkah Anda dulu ketika kecil? Orang tua kita tercinta selalu berusaha membahagiakan hati kita. Beliau begitu perhatian kepada kita. Dari mengajak kita bercanda, jalan- jalan bahkan membelikan barang-barang kesukaan kita.

Bicara tentang masa kecil, saya jadi teringat akan masa kecil saya bersama almarhum Ayah tercinta. Pernah suatu hari saya melihat Ayah menenteng sesuatu di tangannya. Dan tentu saja ini menarik perhatian saya. Seperti biasa, saya berlari-lari menyambut kedatangannya sepulang bekerja sambil mencium tangan Ayah. Kemudian beliau berkata, “Buku cerita ini untuk kamu, sebagai hadiah juara di kelas.”

Wah wahhhhh, sambil mengusap mata berkali-kali seolah tidak percaya, saya bertanya kegirangan kepada beliau, “ Benar, Ayah? Buku cerita Lima Sekawan ini untukku?”  Sontak saya memeluknya erat-erat.

Tanpa terasa, mata saya berkaca-kaca. Pipi saya pun menjadi  basah. Yang namanya rasa senang dan bersyukur itu bercampur aduk menjadi satu. Ayah peduli benar dengan saya. Itulah kita dulu yang merasa senang setiap kali mendapat hadiah.

Begitu juga sekarang khususnya yang terkait dengan karir dan pekerjaan kita. Adalah normal jika kita merasa senang saat menerima promosi jabatan.

Pertama, karena merasa diapresiasi atas hasil jerih payah kita dalam bekerja selama ini. Masih ingat, kan bagaimana rasanya mendapatkan promosi jabatan saat itu? Uhhh senangnya minta ampun deh. Antara rasa bangga, bahagia dan penuh syukur.

Kedua, kita menjadi tertantang untuk melakukan perubahan, perbaikan system dan peningkatan kualitas kerja. Bukan itu saja lho.

Ketiga, semangat dan memotivasi diri kita dalam bekerja semakin meningkat. Inilah efek domino sebuah promosi jabatan.

Nah, sebagai atasan kita selalu menuntut anak buah untuk memberikan yang terbaik. Menuntut mereka bekerja lebih cepat serta lebih peduli dengan perusahaan. Plus meminta mereka mencapai target yang telah disepakati.

Memang sih semua ini adalah bagian dari tanggung jawab mereka sebagai karyawan. Hanya saja banyak di antara kita lupa diri sebagai atasan. Buktinya, setelah sekian lama mereka telah mencapai itu semua dan kita pun sebagai atasan merasa bangga karenanya, kita menjadi lupa bahwa ada hak mereka yang belum kita berikan. Yaitu promosi jabatan.

Bahkan banyak diantara kita yang tidak rela melepas karyawan ke jenjang berikutnya karena belum siap ditinggalkan mereka. Seribu satu macam alasan pun kita ciptakan agar mereka tidak dipromosikan. Bahkan bila perlu kita menyebut mereka sebagai bawahan yang tidak loyal kepada atasannya.

Wah…. wahhhhh…. Tanpa disadari kita telah merampas haknya. Hak untuk berkembang, membangun karir ke jenjang yang lebih tinggi. Sekarang mari bertanya didalam hati, dan jawablah dengan jujur.

“Jika saja kita diperlakukan seperti mereka, maukah kita menerimanya? Maukah diri kita diperlakukan seperti itu?”

Saya yakin jawabannya adalah tidak. Kalau begitu, yuk kita teliti kembali, karyawan kita yang mana sajakah yang berhak untuk dipromosikan jabatannya? Selamat mempromosikan karyawan dengan sepenuh hati.

Please follow and like us:
Follow by Email
Twitter
Visit Us
YouTube
Instagram

Related Post

Leave us a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

× Ada yang bisa kami bantu? Available from 08:00 to 18:00