Mengakui Kesalahan, Sulitkah?

Sulit nggak sih mengakui kesalahan itu? Memang sih kalo bertanya itu tidak semudah menjawabnya. Pertanyaannya sih mudah, melakukannya itu yang susah. Saya jadi teringat akan banyaknya pertanyaan dari teman-teman.

Bagaimana sih caranya agar berani mengakui kesalahan?

Nah sebelum menjawab pertanyaan di atas, ayuk kita ingat kembali pengalaman kita saat bertemu orang-orang yang mau mengakui kesalahannya.  Apa sih yang kita rasakan saat itu?

Yang jelas merasa kagumlah. Iri banget dan ingin sekali gitu loh seperti mereka yang berani mengakui kesalahan. Karena sudah pasti dibutuhkan keberanian untuk melakukannya.

Tapi, pada kenyataannya di saat kita melakukannya, berusaha mulai mempraktekkannya, upss! Ternyata tidak semudah yang kita pikirkan loh.

So, apa yang harus kita lakukan sih kalo jika dalam kondisi terdesak dan dituntut mengakui kesalahan?

Pertama lakukan saja. Just do it! Jadi kalau saat itu kita tahu salah dan ingin mengakuinya, lakukan saja. Akui dengan sejujurnya.

Bisa jadi saat itu kita bertanya,” Hmm. Apa kata orang ya jika kita mengakui kesalahan kita di depan orang lain? Jangan-jangan mereka merendahkan kita.”

Yah jelas enggaklah. Mereka tidak seperti prasangka buruk kita. Nggak percaya?

Sok atuh ingat kembali saat orang lain mengakui kesalahannya di depan kita. Apakah kita merendahkan mereka? Tentu tidak, bukan? Makanya hentikan prasangka. Setiap prasangka hanya merugikan kita semata. Sebaliknya!

Kita justru kagum. Ingin menjadi seperti mereka yang mau mengakui kesalahannya.  Jadi, akui saja. Akui  sejujurnya. Sampaikan apa saja yang kita rasakan saat itu.

Nah, itu baru perkara mengakui kesalahan. Bagaimana jika kita mengakui kekurangan? Sulit nggak sih? Enggak juga.

Pertanyaannya bagaimana cara memulainya? How to start? How to make ourself, mau mengakui kekurangan kita?

Jawabannya sederhana. Pikirkan kembali kekurangan kita. Lalu, akui sejujurnya. Baik dengan rekan kerja, anak buah / team di kantor, atasan maupun keluarga di rumah.

Contoh nih. “Eh ternyata untuk masalah program komputer ini saya belum bisa loh. Ajarin ya.”

Apakah ungkapan kalimat tersebut merendahkan kita? Tidak, kan? Malah seru, kan? Asyik banget gitu loh.

Sekarang kita menyadari akan pentingnya mengakui kesalahan, mengakui kekurangan. dan mengakui kelebihan orang lain. Ternyata ketika mau mengakui kelebihan orang lain, banyak hal luar biasa yang kita rasakan.

Pertama, tumbuh rasa iri banget. Irinya positif loh ya. Iri banget ingin memiliki kelebihan seperti mereka.

Jadi di saat kita mau mengakui kekurangan & kelebihan diri sendiri, saat itu juga kita termotivasi. Termotivasi untuk berubah. Termotivasi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan kita.

Ajaibnya, di saat yang sama kita jadi berani mengakui kesalahan, mengakui kekurangan serta mengakui kelebihan. Kita pun menjadi terkejut dengan diri sendiri dan bergumam di dalam hati,” Loh, kok saya merasa menjadi seseorang yang berarti yah.” Keren, kan!

Untuk menjadi seseorang yang berarti itu perlu kerendahan hati.

Mengakui kesalahan, mengakui kekurangan, mengakui kelebihan membuat kita menyadari akan pentingnya menjadi seseorang yang berarti. Dan betapa memalukannya menjadi seorang yang semaunya sendiri.

So, jika sudah merasa menjadi seseorang yang berarti, apa langkah selanjutnya?

Fokus! Fokus pada tujuan. Fokus pada impian yang kita inginkan. Ini membuat kita merasa menjadi pribadi yang tegar nan rendah hati. Sosok yang kuat pada pendirian. Dan tidak lemah setiap kali menghadapi kesulitan.

Kalau begitu, mari kita bertanya pada diri sendiri. “Hari ini, sekarang ini, kesalahan apa lagi sih yang mau kita akui? Kekurangan apa saja yang mau kita akui? Dan kelebihan orang-orang di sekitar kita mana saja yang harus kita akui di depan mereka? Saatnya jujur di dalam hati.

Selamat berani mengakui kekurangan dan kesalahan!

Sampai ketemu di artikel motivasi leadership selanjutnya, ya!

Ingin meningkatkan leadership skill & manajemen Anda sebagai pemimpin? Ikuti program pelatihan SDM ALC di 2018 ini

admin

More Posts By admin

Related Post

Leave us a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.