Benarkah Jabatan Itu Kekuasaan?

Umumnya orang memandang jabatan itu kekuasaan. Kekuasaan melakukan sesuatu yang diinginkan. Jabatan juga identik dengan harta. Karena semakin tinggi jabatan yang dimiliki, semakin tinggi pula gaji yang diterima dan semakin banyak harta yang bisa dikumpulkan. Oh ya, 1 hal lagi. Jabatan itu sangat erat kaitannya dengan fasilitas. Ibaratnya semakin tinggi jabatan semakin banyak pula fasilitas yang didapatkan.

3 hal inilah yang membuat jabatan nampak menyilaukan.

Kekuasaan, harta dan fasilitas.

Bicara tentang kekuasaan, harta dan jabatan, saya jadi teringat akan obrolan saya dengan seorang sahabat beberapa waktu lalu yang baru saja mendapatkan jabatan yang sangat strategis di sebuah perusahaan terpandang di Indonesia.

Sewaktu memberi selamat atas jabatan barunya itu, ada sesuatu yang membuat saya merasa kagum padanya. Bagaimana tidak? Cara pandangnya begitu sederhana dan mulia.

Ia tidak melihat jabatan sebagai kekuasaan untuk melakukan sesuatu yang ia inginkan. Bukan pula sebagai ajang pengumpulan harta untuk keluarganya 7 turunan. Apalagi demi mendapatkan fasilitas perusahaan yang memang mengasyikkan.

Begini katanya,”Mbak Ainy, begitu saya mendapatkan jabatan strategis ini, sepanjang perjalanan ke kantor, saya bertanya di dalam hati. Apa yang bisa saya lakukan dengan jabatan ini? Mumpung mendapat kesempatan dan Tuhan memberi saya napas, saya benar-benar ingin melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat lagi untuk banyak orang. Ingin mengangkat harkat dan derajat mereka agar hidupnya menjadi lebih baik. Dan yang pasti mengajak seluruh teman-teman untuk lebih andil memajukan perusahaan dan menjadikan perusahaan kami yang terbaik di Indonesia.” Wah, mendengarnya saja hati saya terasa teduh. Bagaimana tidak?

Melihat kondisi Indonesia, negeri tercinta kita sekarang ini, hati ini terasa perih. Banyak diantara kita berlomba mengejar jabatan hanya karena sebuah kekuasaan, kekayaan dan fasilitas.

Kita sering lupa akan hakikat kita hidup sebagai manusia. Bahwa satu-satunya alasan Tuhan menciptakan kita adalah untuk melakukan kebajikan. Dan kebajikan itu sangat bisa kita lakukan melalui setiap jabatan yang kita emban.

Bahwa jabatan adalah kesempatan untuk melakukan perubahan, perubahan yang lebih baik, lebih bermanfaat untuk banyak orang sekaligus membawa kebajikan. Inilah arti sebuah jabatan. Bukan justru merugikan banyak orang. Bertindak semaunya. Apalagi mengambil hak banyak orang sekaligus sibuk mengumpulkan harta untuk 7 turunan.

Sekarang mari kita renungkan. Sebagai seorang pemimpin dengan jabatan yang kita miliki sekarang ini, perubahan apalagi yang harus kita lakukan dan bermanfaat untuk banyak orang? Bukankah kita diciptakan untuk melakukan kebajikan?

Ingin menigkatkan leadership skill & manajemen Anda sebagai pemimpin? Ikuti program pelatihan karyawan ALC di 2018 ini

*Anda tertarik dengan cerita motivasi leadership ini? Share yuk!

admin

More Posts By admin

Related Post

Leave us a reply