Inilah Rahasia Karir Melesat Di Usia Muda

“Anak muda seperti apa sih yang Bapak suka?” tanya saya pada beliau.

“Kerja dengan cerdas, berkualitas, dan ikhlas,” jawab beliau dengan singkat, jelas, dan padat. Dalam banget gitu loh.

Anak muda mana sih yang nggak ingin punya karir melesat? Setiap diri kita pasti ingin memilikinya. Hanya saja ada rahasianya.

Bahwa bukanlah nilai IP kuliah yang tinggi ataupun karena kita lulusan universitas bergengsi yang membuat karir kita membumbung tinggi.

Tetapi lebih pada cara kita bekerja selama ini. Cara kita bekerjalah yang membuat kita dibutuhkan, dihargai, dan diandalkan di lingkungan pekerjaan.

Ketika kita dibutuhkan, dihargai dan diandalkan, disitulah karir kita melesat tinggi.

Cara Agar Sukses Di Usia Muda

Cara agar kita dibutuhkan, dihargai & diandalkan.

Perkaranya, agar bisa dibutuhkan, dihargai, dan diandalkan apa saja sih yang harus kita lakukan?

Pertama, tidak berhitung dengan pekerjaan. Tetapi hitunglah seberapa banyak pekerjaan kita yang berkualitas selama ini.

Mana yang lebih sering kita lakukan, bekerja biasa saja tak berkualitas atau bekerja yang terbaik dan berkualitas?

Berhentilah menghitung apa saja yang sudah kita lakukan, tetapi terus berpikir apalagi yang bisa kita berikan di pekerjaan ini.

Kedua, bekerjalah dengan hati yang cerdas. Lakukan setiap kewajiban kita dengan sepenuh hati. Dan bukan setengah hati.

Ketiga, pastikan setiap pekerjaan kita ini berarti untuk orang lain. Karena mau tak mau, suka tidak suka, ini adalah kewajiban kita sebagai seorang manusia yang sudah menerima gaji setiap bulannya.

Adalah kebanggaan kita setiap kali mengetahui apa yang kita lakukan berguna untuk sesama manusia.

Ruginya menjadi orang yang berhitung.

Kawan,
Berhitung atas apa yang kita berikan, menjadikan kita manusia yang pelit.

 

Ruginya Menjadi Orang Yang Berhitung
Tahu sendiri kan ruginya menjadi orang pelit? Yang jelas temannya hanya sedikit. Rezeki pasti sempit. Apalagi yang namanya hidup bahagia. Duh sudah pasti sulit.

Waduh! Kok bisa?

Pertama, apa yang kita lakukan itulah yang kita dapatkan.

Kedua, setiap kita pelit, baik pelit ilmu, tenaga, hati, dan pikiran di pekerjaan sehari-hari, maka kepelitan itu menimpa diri kita sendiri.

Ketiga, rezeki yang kita terima sudah pasti sedikit. Hati ini jadi terasa sempit. Dan jalan menuju impian menjadi sulit. Rugi banget, kan?

Inilah ruginya jadi orang yang berhitung. Apa-apa yang dilakukan selalu dihitung. Maunya sih hidup serba untung. Eh nggak tahunya malah jadi buntung.

Jadi mau menunggu apalagi?

Yuk kawan. Mumpung selagi muda dan masih ada sisa usia. Ayo kita berubah. Saatnya kita bekerja cerdas, berkualitas, dan ikhlas.

Agar karir kita semakin melesat dahsyat. Aamiin.

admin

More Posts By admin

Related Post

Leave us a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.