Beda Pendapat, Salahkah?

Kita boleh beda pendapat selama bertujuan baik. Bukan tuk menjatuhkan atau menyakiti. Karena yang rugi diri kita sendiri. Maksudnya merugi jika kita sengaja berbeda pendapat karena untuk menjatuhkan ataupun menyakiti orang lain :
 

1. Pastinya saat melakukan hal buruk itu, hati kita tidak nyaman, hanya karena beda pendapat

Karena kita tahu hal itu sengaja kita lakukan untuk menjatuhkan orang lain.
Perasaan tidak nyaman inilah yang membuat suasana hati serta pekerjaan kita sehari-hari menjadi tidak maksimal. Tidak berkualitas.
Hati pun menjadi tidak happy.
 –

2. Bisa jadi saking seringnya bersikap buruk seperti itu justru membuat kita merasa nyaman dan bahagia, karena berhasil menjatuhkan orang lain

Jika ini yang terjadi, berarti sisi baik kita sebagai manusia sudah mulai sirna. Yang ada hanyalah nafsu keserakahan plus amarah yang menjauhkan kita dari rasa bahagia yang sebenarnya.
Jika sudah begini, jangan pernah berharap bisa happy. Hasil kerja tak berkualitas.
Karena yang ada di dalam hati dan pikirannya hanyalah bagaimana caranya bisa menjatuhkan orang lain.
Orang seperti ini pola pikirnya sangat terbalik-balik. Tidak sehat alias agak kurang waras he he he. Loh kok bisa?
Ya iyalah! Ia melawan kodratnya sebagai manusia.
Bahwa kita diciptakan untuk melakukan kebaikan. Saling menyayangi. Saling support. Saling menyadarkan. Saling menguatkan.
Bukan saling menyakiti. Saling menjatuhkan. Saling memusuhi dan saling menebarkan kebencian.

 –

3. Di mata orang lain, jika kita bersikap senang menjatuhkan apalagi menyakiti, kita sangatlah rendah

Mau bukti? Tengok saja orang-orang yang senangnya menjatuhkan dan menyakiti orang lain.
Apakah kita menghormatinya? Apakah kita ingin dekat dengannya?
Sudah pasti jawabannya tidak!
Atau kita balik sekarang. Bisa jadi kita pernah berbuat demikian. Termasuk saya dan Anda.
Apa yang kita rasakan? Puas? Sudah pasti tidak. Sebaliknya. Malu. Kita malu hati pada diri kita sendiri dan Allah.
Kemudian ingat kembali bagaimana pandangan dan sikap orang lain terhadap perbuatan buruk kita saat itu.
Sudah barang tentu mereka kesal dengan kita. Geregetan atas perbuatan kita yang bukannya membantu tetapi justru menghambat dan membuat masalah.
Mereka jadi tidak menghormati kita sebagai sesama manusia. Tidak menyukai kita. Tidak ingin dekat dengan kita. Tidak mau mensupport kita.
Ini akibat perbuatan kita sendiri, bukan?
Bukankah semua ini merugikan kita?
Setiap kita berniat buruk, berpikir buruk, bersikap buruk & berbuat buruk, kitalah sendiri yang merugi.
Ingin menigkatkan leadership skill & manajemen Anda sebagai pemimpin? Ikuti program training kepemimpinan ALC di 2018 ini

admin

More Posts By admin

Related Post

Leave us a reply